Senin, 29 Juni 2009

Sejarah Kopi

Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara.
Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Akan tetapi karena popularitas minuman ini, maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup.
Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.
Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, pada awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Akan tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19, menyusul terjadinya perang pada tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat.

Kopi Luwak

Kopi Luwak adalah jenis kopi dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan binatang bernama luwak. Kemasyhuran kopi ini telah terkenal sampai luar negeri. Bahkan di Amerika Serikat, terdapat kafe atau kedai yang menjual kopi luwak (Civet Coffee) dengan harga yang cukup mahal. Kopi yang dikais dari kotoran luwak ini bisa mencapai harga AS$100 per 450 gram. Hanya saja kebenaran kopi yang dijual adalah benar-benar kopi luwak masih dipertentangkan.
Kemasyhuran kopi ini diyakini karena mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an, di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang.
Binatang luwak senang sekali mencari buah buahan yang cukup baik termasuk buah kopi sebagai makanannya. Biji kopi dari buah kopi yang terbaik yang sangat digemari luwak, setelah dimakan dibuang beserta kotorannya, yang sebelumnya difermentasikan dalam perut luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan difermentasikan secara alami. Dan menurut keyakinan, rasa kopi luwak ini memang benar benar berbeda dan spesial dikalangan para penggemar dan penikmat kopi.
Namun binatang Luwak saat ini sekarang sukar untuk ditemukan. Dagingnya yang dipercaya dapat mengobati penyakit Asma membuat hewan ini terus diburu. Disayangkan kenikmatan kopi yang berasal dari memungut biji-biji kopi dari kotoran Luwak hanya tinggal mitos.

Kopi Arabika

Kopi arabika ( Coffea Arabica ) tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 meter diatas permukaan laut, suhu 16-20 ° C, beriklim kering 3 bulan/tahun secara berturut-turut. Kopi arabika peka terhadap penyakit HV, terutama bila ditanam di daerah kurang dari 500 diatas permukaan laut.

Kopi Arabika

Kopi arabika ( Coffea Arabica ) tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 meter diatas permukaan laut, suhu 16-20 ° C, beriklim kering 3 bulan/tahun secara berturut-turut. Kopi arabika peka terhadap penyakit HV, terutama bila ditanam di daerah kurang dari 500 diatas permukaan laut.

Komoditi Unggulan Kabupaten Tapanuli Utara

Tanaman Kemenyan
Kabupaten Tapanuli Utara mempunyai Natural Endowment, yakni Kemenyan (Bahasa Daerah: Haminjon). yang nama botaninya Styrax benzoin Dryand. Kemenyan merupakan salah satu komoditi perkebunan yang paling luas di Kabupaten Tapanuli Utara dan tersebar di seluruh kecamatan y. Tanaman Kemenyan ini merupakan keunggulan komperatif bagi Kabupaten Tapanuli Utara sebab habitat tanaman ini hanya di sekitar dataran tinggi Bukit Barisan Sumatera Utara seperti Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi dan Tapanuli Selatan. Kemenyan dapat diolah menjadi bahan baku kosmetik, bahan bangunan dan kebutuhan untuk pabrik rokok serta acara ritual adat di Pulau Jawa. Kemenyan yang diproduksi dari Kabupaten Tapanuli Utara ini telah dipasarkan baik didalam negeri maupun luar negeri, seperti Taiwan, Perancis, Jepang dan Singapura yang merupakan negara tujuan ekspor terbesar dari komoditi ini.
Kopi
Tanaman Kopi (Coffea sp) saat ini merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan rakyat dan primadona di Kabupaten Tapanuli Utara yang telah lama dikembangkan/ dibudidayakan masyarakat secara turun-temurun di hampir semua kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara. Species tanaman kopi yang dikembangkan di daerah ini, diantaranya Kopi Arabika (Coffea arabika), Kopi Liberika (Coffea liberica) dan Kopi Robusta.
Tanaman Kopi Lintong dari species Arabika telah dikenal di mancanegara yang memiliki keunggulan komperatif dibanding kopi lain di Indonesia. Kopi Lintong merupakan Natural Endowment bagi Kabupaten Tapanuli Utara yang memiliki keunggulan cita rasa seperti: aroma, taste dan flavour yang prima serta mutu yang lebih tinggi. Kopi Lintong termasuk jenis Arabika dan telah diakui sebagai specialty coffee oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA) sejajar dengan Kopi Gayo Takengon, Toraja Coffee, dan Java Coffee.
Saat ini produksi terbesar diantara tanaman perkebunan yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara adalah kopi.
Kacang Tanah
Pertanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dilaksanakan hampir di setiap kecamatan, karena komoditi ini merupakan salah satu komoditi andalan masyarakat petani dalam upaya peningkatan pendapatan. Hal ini disebabkan di Kabupaten Tapanuli Utara telah dikembangkan sejenis industri yang mengolah kacang tanah menjadi kacang garing yakni “Kacang Sihobuk” yang terkenal gurih, enak dan berkualitas baik, sehingga telah berhasil dipasarkan sampai ke Pulau Jawa.
Nenas
Nenas (Ananas comosus) merupakan salah satu komoditi tanaman hortikultura buah-buahan yang telah dikembangkan masyarakat secara turun-temurun di Kabupaten Tapanuli Utara dan merupakan komoditi andalan masyarakat, dimana pertanamannya tersebar di beberapa kecamatan, seperti: Kecamatan Sipahutar, Pangaribuan, Siborongborong dan Tarutung. Namun pertanaman nenas yang paling dominan berada di Kecamatan Sipahutar, Pangaribuan dan Siborongborong, yang merupakan sentra produksi tanaman nenas di Kabupaten Tapanuli Utara.
Melalui upaya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang memberikan subsidi 50 % dalam pengolahan lahan-lahan tidur dan dikaitkan dengan kebutuhan bahan baku Industri Pengolahan Nenas Terpadu (PT. Alami Agro Industry) di Kecamatan Siborongborong yang telah mulai beroperasi sejak Tahun 2005, maka di tahun-tahun yang akan datang diperkirakan luas areal pertanaman nenas ini akan meningkat secara signifikan.
Ternak Babi
Melihat kondisi dan keberadaan masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara, secara umum banyak mengkonsumsi daging babi juga untuk keperluaan adat istiadat. Oleh karena itu, ternak babi telah di programkan di daerah ini menjadi salah satu komoditi unggulan Kabuaten Tapanuli Utara. Pengembangan ternak babi di daerah ini didukung minat masyarakat untuk pertumbuhan dan produksi jenis ternak babi.
Ternak babi dapat berkembang dengan baik pada semua kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah mengadakan kerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta di dalam pengembangan ternak babi pada Tahun 1998 dengan sentra pengembangannya di Kecamatan Siborongborong.

Minggu, 28 Juni 2009

Kabupaten Tapanuli Utara

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, sejarah perkembangan Pemerintah Republik Indonesia di Kabupaten Tapanuli Utara diawali dengan terbitnya Belsuit Nomor 1 dari Residen Tapanuli Dr. Ferdinand Lumbantobing pada tanggal 5 Oktober 1945 yang memuat Pembentukan Daerah Tapanuli dan pengangkatan staf pemerintahnya.
Sesuai dengan Undang-undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956, di Daerah Propinsi Sumatera Utara dibentuk daerah Otonom Kabupaten, salah satu diantaranya adalah Kabupaten Tapanuli Utara yang wilayahnya mencakup Kabupaten Dairi sekarang.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 1964 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Dairi, maka pada Tahun 1964 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan menjadi 2 (dua) yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi.
Pada Tahun 1988 untuk kedua kalinya Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba Samosir, sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Toba Samosir dan Kabupaten Daerah Tingkat II Mandailing Natal.
Kemudian pada Tahun 2003, Kabupaten Tapanuli Utara untuk yang ketiga kalinya kembali dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan sesuai dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2003 tentang Pembentukan abupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Humbang Hasundutan.
I.I. Kondisi Geografis
Kabupaten Tapanuli Utara secara geografis terletak di Bagian Tengah Sumatera Utara, terletak pada 1º20’ – 2º41’ Lintang Utara dan 98o05’ – 99o16’ Bujur Timur memiliki luas wilayah 3.800,31 Km2 atau 380.031 Ha sudah termasuk di dalamnya luas perairan Danau Toba yang berada di Kecamatan Muara, dan diapit oleh 5 (lima) kabupaten yakni: Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Toba Samosir, Sebelah Timur dengan Kabupaten Labuhan Batu, Sebelah Selatan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Sebelah Barat dengan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kabupaten Tapanuli Utara terkenal dengan kesuburan tanah dan keindahan alamnya. Hal ini karena ditunjang oleh banyaknya gunung-gunung, baik yang masih aktif maupun dalam kondisi sudah tidak aktif, sekaligus merupakan daerah tangkapan air dan menciptakan hulu-hulu sungai bagi sungai besar dan kecil yang tersebar di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.
I.2.Kondisi Topografi
Berdasarkan topografinya daerah ini berada dijajaran Bukit Barisan dengan keadaan tanah umumnya berbukit dan bergelombang, hanya sekitar 9,66 % dari keseluruhan luas wilayah yang berbentuk datar dan berada pada ketinggian 300 - 1.500 m di atas permukaan laut.
I.3. Klimatologi
Faktor iklim, antara lain curah hujan dimana banyaknya curah hujan di daerah ini selama Tahun 2007, rata-rata curah hujan tahunan tercatat 8.777 mm dan lama hari hujan 231 hari atau rata-rata curah hujan bulanan sebanyak 731,42 mm dan lama hari hujan 19,25 hari. Dari rata-rata curah hujan bulanan, terlihat curah hujan tertinggi terjadi pada Bulan April yaitu 1.133 mm dan lama hari hujan 27 hari dan curah hujan terendah pada Bulan Agustus yaitu 364 mm dan lama hari hujan 15 hari dan temperatur udara berkisar antara 17oC – 29 oC serta rata-rata kelembaban udara (RH) sebesar 85,04%.
I.4. Hidrografi
Potensi Hidrologi cukup penting untuk menunjang pembangunan, baik untuk kepentingan irigasi, air minum (sanitasi), transportasi maupun untuk kepentingan lainnya. Beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) berada di Kabupaten Tapanuli Utara, seperti: Aek Garut, Sungai Batang Toru, Aek Rabon, dan Sungai Batugarsi.

Sejarah Gereja Dame Saitnihuta

Gereja Dame Sait ni Huta
Setelah berdoa di puncak Bukit Siatas Barita, Dr Ingwer Ludwig Nommensen kemudian turun menuju desa bernama Sait Ni Huta. Perjalanannyapun di sana tidak mulus. Raja-raja huta (kampung) tidak mau memberinya tempat tinggal karena Raja-raja Bius di Rura Silindung telah menyatakan perang dengan orang Belanda yang dulu disebut orang si botar mata (kulit putih), sehingga permohonannya untuk mendirikan tempat tinggal di daerah itu dengan tujuan mendidik, mengobati, terutama memberitakan injil kepada masyarakat Batak tidak digubris. Namun salah seorang raja, Amandari Lumban Tobing (Sutan Sumurung) memberikan tanah pertapakan di pinggir Aek Sigeaon. Itu karena Nommensen membantu menyembuhkan istrinya yang sedang sakit keras.
Di sanalah ia kemudian membangun sebuah perkampungan dan diberinya nama "Huta Dame" (kampung yang damai). Bersama penduduk, Nommensen kemudian mulai membangun sekolah-sekolah, membangun tempat perobatan, hingga akhirnya ia membangun sebuah gereja yang dikenal dengan nama "Gereja Dame" pada tahun 1864 dan merupakan gereja pertama di Tanah Batak.
Perkembangan perkampungan yang dibangunnya itu sangat cepat hingga akhirnya kampung disekitarnya ikut berkembang dan dinamakan Huta Dame II. Di perkampung itulah, kemudian warga ditempat itu membangun dua Gereja Dame pada tahun 1912 dan tahun 1933. Hingga kini, Gereja Dame ke-3 yang terletak di Huta Dame II, masih berfungsi dengan baik. Gereja itu masih digunakan oleh para warga setempat yang merupakan jemaat GKPI dan HKBP secara bergantian.
Sayangnya, gereja kedua yang terletak di Depan Gereja III, sudah tinggal puing-puing. Sementara lokasi Gereja Dame I yang dibangun Nommensen di Huta Dame I pertama kali, kini tinggal tugu tanda peringatan.

Kamis, 25 Juni 2009

Bagaimana menganalisa kentut orang

Macam-macam kentut:

  • Kentut “tong kosong nyaring bunyinya”

Kentut ini bunyinya saja kencang, tapi tidak ada baunya.

  • Kentut “silent but deadly”

Kentut ini kebalikan jenis kentut yang di atas; tidak berbunyi, namun baunya tidak karuan menakutkan. Orang yang sudah menjadi pakar dalam jenis kentut ini bahkan dapat menimbulkan bau yang mahadahsyat dan berkekuatan tinggi sehingga seisi gedung dapat mencium baunya.

  • Kentut beraroma

Kentut ini aromanya berbeda dari kentut yang umum, karena sang pelaku baru saja memakan makanan yang baunya khas. Kentut ini juga bisa terjadi jika si pelaku menyemprotkan wewangian di lubang anusnya.

  • Kentut combo

Kentut dalam jumlah banyak yang terjadi secara bertubi-tubi. Biasanya bersuara kencang.

  • Kentut bermelodi

Kentut dengan suara yang bernada. Yang sudah pakar dapat memainkan sebuah lagu.

  • Kentut muncrat

Tidak hanya gas yang keluar dari lubang. Biasanya zat kental atau cairan berwarna coklat kekuningan.

  • Kentut keras

Pelaku harus menggunakan seluruh otot dan tenaga untuk melakukannya.

  • Kentut nggak sengaja

Pelaku sama sekali tidak ada persiapan untuk melakukannya. Sering terjadi saat orang yang bersangkutan dikejutkan oleh orang lain, atau terkejut sendiri.

  • Kentut sambil tertawa

Kentut jenis terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

Metode aktif, di mana pelaku sengaja melakukan kentut sambil tertawa (biasanya terbahak-bahak) untuk menutupi suara yang ditimbulkan.

Metode pasif, di mana si pelaku tanpa sengaja kentut saat dibuat tertawa oleh orang lain.

  • Kentut minimalis

Tidak berbau dan berbunyi. Hanya sekedar melepaskan sedikit gas dari tubuh.

  • Kentut tidak jujur

Orang yang kalau kentut lalu menyalahkan orang lain.

  • Kentut sejati

Orang yang habis kentut, dia ngaku.

  • Kentut CS

Sebelum kentut, dia teriak “FIRE IN A HOLE!”

  • Kentut kungfu

Sebelum kentut, teriaknya “CIAAAT!”

  • Kentut sukses

Abis kentut, dia bilang “YES!”

  • Kentuters sakti

Jika kentut…. baunya bisa berhari-hari.

Sedangkan manfaat kentut di antaranya adalah:

  • Merelaksasikan tubuh.
  • Meramaikan suasana.
  • Mempermalukan diri sendiri.
  • Mengkambinghitamkan orang lain.
  • Bermain musik (bagi yang pakar).
  • Untuk dijadikan senjata mematikan.
  • Untuk pamer/show-force.
  • Untuk mengecohkan/menarik perhatian orang lain.
  • Jadi wewangian tubuh. Namun belum ada pabrik parfum yang membuat parfum beraroma kentut.
  • Melapangkan suasana (orang akan lari bila berbau kentut).
Meningkatkan nilai. Pas ujian kentut deh, yang menjaga ruang ujian pasti beritikad untuk keluar. Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Pastikan mengkonsumsi jengkol, pete, terasi, ikan asin, singkong untuk meningkatkan validitas kentut anda.

Pancasila di hutaku

Butir-butir Pancasila bila diterjemahkan ke dalam bahasa Batak Toba.

Pancasila [bahasa Indonesia]

  1. Ketuhanan yang maha esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila [versi bahasa Batak Toba]

  1. Sada: Dang adong na pajago-jagohon di jolo ni Debata
  2. Dua: Maradat tu sude jolma
  3. Tolu: Punguan ni halak Indonesia
  4. Opat: Marbadai, marbadai, dungi mardame
  5. Lima: Godang pe habis, saotik pe sukkup

Manfaat mandi

Manfaat Mandi

Menurut penelitian terbaru mandi ternyata tidak hanya baik untuk
membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stress, juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit seperti eksema dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius.

Suatu studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan hanya setengah jam berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 persen.

Penelitian terpisah di Jepang menunjukkan 10 menit berendam dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung baik pria maupun wanita, membantu mereka mengatasi test olahraga lebih baik dan mengurangi rasa sakit.

Apa manfaat mandi dan berapa lama anda sebaiknya mandi? Berikut beberapa petunjuk:

Mengeluarkan racun
Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan selama 10-20 menit.

Stress
Jika anda benar-benar mengalami stress, mandi air dingin akan menjadi jawaban yang tepat. Temperatur yang dianjurkan sekitar 12-18 derajat Celsius. Mandi air dingin sangat baik meredakan ketegangan, sebaliknya dari air hangat karena mandi air dingin dapat mempersempet darah dan meningkatkan tingkat gula darah.

Eksema
Penyakit kulit tertentu seperti eksema, ruam atau gatal-gatal dengan menambahkan baking soda (sodium bicarbonate) ke dalam bak mandi dapat membuat perbedaan besar. Sodium bicarbobate bertindak sebagai antiseptik. Isi air dengan air hangat kuku, tambahkan kira-kira satu pound baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.

Infeksi
Infeksi yeast seperti sariawan dapat dibantu dengan menambahkan tiga atau empat cuka dari sari buah apel ke dalam bak mandi. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam. Tambahkan pada air hangat dan berendam selama 15-20 menit.

Flu dan Sakit Kepala
Merendam kaki dalam air hangat dapat membantu menyembuhkan flu dan sakit kepala dan juga menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.

Insomnia
Merendam kaki dalam air dingin sangat baik bagi anda yang memiliki masalah insomnia atau mereka yang memiliki masalah tidur. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, flu dan sembelit.

Sirkulasi
Cobalah merendam kaki secara bergantian antara air hangat dan air dingin jika anda mengalami masalah sirkulasi. Mulai dengan merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Cobalah lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin.